Bukan pertama kalinya saya sakit hati. Bukan juga yang
terakhir kali. Tapi setiap sakit hati pasti punya cerita sendiri. Well,
kita manusia memang tak akan pernah lepas dari cinta. Dan cinta tak akan
pernah lepas dari luka dan bahagia. Memang sudah begitu Tuhan
mengaturnya.
Sering kali kita munafik dengan diri sendiri, dengan perasaan sendiri, bahkan dengan apa yang sedang terjadi di dalam hati.
Apa penyebabnya? Tak lain karena luka di hati. Luka membuat pikiran kita mati. Yang kita inginkan saat itu adalah melupakan orang yang menyakiti kita. Tapi secara bersamaan kita menginginkan dia untuk menyembuhkannya.
Itu sebabnya sering kali kita berpura-pura tak membutuhkannya, berpura-pura tak peduli dengannya, berpura-pura baik-baik saja dan bahkan berpura-pura tak mengenalnya.
Sering kali kita munafik dengan diri sendiri, dengan perasaan sendiri, bahkan dengan apa yang sedang terjadi di dalam hati.
Apa penyebabnya? Tak lain karena luka di hati. Luka membuat pikiran kita mati. Yang kita inginkan saat itu adalah melupakan orang yang menyakiti kita. Tapi secara bersamaan kita menginginkan dia untuk menyembuhkannya.
Itu sebabnya sering kali kita berpura-pura tak membutuhkannya, berpura-pura tak peduli dengannya, berpura-pura baik-baik saja dan bahkan berpura-pura tak mengenalnya.
Namun saat berpura-pura, yang kita dapatkan malah beban,
bukan keringanan. Pikiranpun malah menjadi kacau tak karuan. Padahal
dalam hati kita masih menginginkan. Kenapa kita begitu? Niat kita begitu
untuk melindungi hati, juga untuk menarik diri. Tapi salah. Semuanya
malah menjadi sia-sia. Dia akan tetap menjalani hidup seperti biasa dan
kita menderita.
Karena sekeras apapun kita berpura-pura tak menginginkannya, kita akan berakhir dengan membutuhkannya. Untuk menyembuhkan luka. Haha, tak adil ya? Padahal rasa yang kita berikan kepadanya sangatlah besar, tapi tetap terlihat kecil di matanya. Rindu yang kita pendam sudah terlalu dalam, tapi tetap tak punya derajat di hatinya. Tetap berdoa. Tuhan punya rencana. Dan semua itu, bukan cuma kita yang mengalaminnya. Tapi semua orang di dunia.
Karena sekeras apapun kita berpura-pura tak menginginkannya, kita akan berakhir dengan membutuhkannya. Untuk menyembuhkan luka. Haha, tak adil ya? Padahal rasa yang kita berikan kepadanya sangatlah besar, tapi tetap terlihat kecil di matanya. Rindu yang kita pendam sudah terlalu dalam, tapi tetap tak punya derajat di hatinya. Tetap berdoa. Tuhan punya rencana. Dan semua itu, bukan cuma kita yang mengalaminnya. Tapi semua orang di dunia.
No comments:
Post a Comment