Sunday, November 24, 2013

Kangen

Kangen itu..?
seperti sedang memeluk bulan tapi saat sadar ternyata bukan bulan yang kita peluk melainkan durian yang kita peluk
Kangen itu..?
seperti menunggu kiriman datang, tapi nyatanya ga dateng-dateng
Kangen itu..?
seperti bermain bersama bintang-bintang kecil dilangit tapi nyatanya cuman main sendiri.. ga sama bintang lagi..
Kangen itu..?
Disaat kita ngeliatin ruangan yang biasa dipenuhi tangis dan canda tawa.. tapi sayangnya saat ini ruanganya begitu hampa, tidak ada apa-apa..
Kangen itu..?
disaat-saat mengingat makan bareng sama dia tapi nyatanya sekarang cuman makan sendirian
Kangen itu..?
seperti ponsel yang ditinggal penghuni
kangen itu..?
disaat hp sudah mulai sepi tanpa penghuni
kangen itu..?
disaat kita ngelakuin kegiatan yang biasanya dilakuin bersama tapi sekarang malah sendirian
kangen itu..?
seperti kehilangan waktu dalam kehidupan
kangen itu..?
seperti kehilangan pelanggan tetap dalam berbisnis
Kangen itu..?
seperti kehilangan komponen kecil dalam kehidupan.. biar kecil tapi sangat bergantung pada kehidupan
kangen itu..?
Disaat kita mulai menyadari ada warna favorite kita yang menghilang dari kehidupan kita..
Dan Kangen itu...?
disaat-saat aku ngerasa kamu ga ada di kehidupan aku, mulai menghilang dari hari-hari aku.
       

Wednesday, May 22, 2013

Terimakasih

Belajar untuk mencintai seseorang saat ini... Melupakan sesorang di masa lampau...
Dan berterima kasih kepada mereka yang telah menyakitiku...

Biarkan aku memilih cinta yang sebenarnya...

Ketika mencintai seseorang... aku menjadi gila, menjauhi kebenaran dan percaya akan kebohongan...
Ketika kamu mencintai seseorang kamu akan berikan semua yang kamu miliki dan tidak berpikir dua kali...
Kamu akan rela menghadapi resiko apapun...

Di dalam hidup segalanya sementara... karena sesuatu dapat berubah...
Itu yang terjadi dalam mencintai... mengetahui hal itu dapat berakhir kapanpun, kita akan mendapatkan keyakinan itu akan berakhir...

Mereka mengatakan, ketika cinta mengetuk hati... bukakanlah..
Tapi tahukah kamu cinta akan masuk melalui balik pintu dan sebelum kamu memulai merasakan...

Apakah kamu pernah mencintai sesaat?
Apakah kamu pernah membenci seseorang dan mencintainya juga?
Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang telah membuat km menangis?
Apakah km pernah melihat seseorang kesepian tanpa mengetahui kenapa?

Kebenaran bahwa adalah suatu keberuntungan jika pria yang mendapatkan cinta pertama... tapi lebih beruntung lagi jika wanita mendapatkan cinta yang terakhir...

Cinta tidak seindah warna kulit, tetapi hati akan setia untuk kecantikan abadi... dan kulit akan tumbuh tua, tapi hati akan tetap membeku...

Jika seseorang melukai kamu, kamu dihianati dan hatimu akan hancur....
lupakan mereka, itu akan membantu mereka... kamu akan belajar kebenaran dan penting untuk lebih mengerti, kepada siapa membuka hatimu...

Mencintai itu mudah... sangat sulit untuk dijelaskan... sangat mudah mendapatkan... dan sulit untuk meninggalkan... sangat sulit untuk menerjemahkan... dan akan tetap dihatimu...
Itulah cinta!

Kita tidak pernah takut untuk jatuh cinta, itu akan sedikit menyakitkan, itu akan memberikan rasa nyeri dan sakit tapi kamu tidak mengikuti isi hatimu, di akhir km akan menangis karena km tidak memiliki kesempatan untuk mendapatnya...

Jangan menjauhi kenyataan... Ikutin langkahmu, dia akan tumbuh seiring dengan
waktu. Waktu tidak hanya lebih dari 1 menit dan juga hanya 1 menit...
Itu akan selalu bergerak sesuai dengan kenyataan...

Untuk membiarkan pergi, itu akan menyakitkan... agar seseorang dapat melihat tapi tidak melukai mu lebih untuk melihat seseorang tidak bahagia denganmu...

Ketika kamu menemukan seseorang yang membantumu itu akan tertahan didalam pendirianmu, penglihatan akan menilaimu buruk,
Bibir akan menutup dan hati akan mencintaimu saat km buruk, lalu kamu akan menemukan cinta sejati.

Suatu waktu, seseorang akan masuk kedalam hidupmu dan mencintai kamu didalam keinginan hatimu yang kau cari.

Jika waktu itu adalah kemarin.... Pelajari
Jika waktu itu adalah besok... Berharaplah
Jika waktu itu adalah hari ini.... Hargai

Masalalu.bisu

Aku memikirkan hidup.. Kenapa hidup cepat berubah.
Aku ingin hidup yang lama. Ketika semuanya baik-baik saja.
Ketika pikiran hanya penuh dengan canda dan tawa.
Aku terkadang lelah menjadi orang dewasa. Karena tak seceria dulu kala.
Aku memikirkan hidup.. Hidup yang bisa menyinari hidup orang-orang.
Hidup yang mulus, terang, tanpa perang.
Aku memikirkan hidup.. Hidup seperti angin yang bertiup.
Aku ingin hidup. Tanpa redup.
Aku memikirkan waktu.. Waktu yang kuhabiskan dalam hidupku.
Yang semuanya sudah menjadi masa lalu. Membeku dan bisu.
Aku memikirkan waktu.. Waktu yang tak menentu.
Waktu yang sering melemparkan rindu, juga pilu.
Akan jadi apa aku?
Aku memikirkan kamu.. Kamu yang dulu.
Yang bisa menghiburku dengan hanya sebuah senyummu.
Kamu yang merindukanku. Kamu yang tak lelah memperhatikanku.
Aku memikirkan kamu.. Kamu yang merindukanku tanpa mengenal waktu.
Kamu yang dulu menjaga dan merawat hatiku. Kamu yang tak pernah menyakitiku.
Apa kamu rindu denganku?
Aku memikirkan cinta.. Juga lagu indah yang mengiringinya.
Cinta yang penuh dengan bahagia dan jauh dari menderita.
Cinta yang apa adanya dan tidak terpaksa.
Aku memikirkan cinta.. Yang seperti nada.
Nada yang akan kita nyanyikan bersama dan membiarkan dunia mengetahuinya.
Aku memikirkan cinta..
Cinta yang tak pernah putus asa dan bisa dibawa hingga tua.
Aku memikirkan cinta..
Aku memikirkan cinta..mu. Kamu memikirkan cinta..nya.
Aku hanya akan duduk disini sambil merindu hidup yang lama.

Surat Untuk Sang Pencipta Rindu...


Hai kamu.
Orang yang selalu ada dipikiranku yang tak pernah kenal waktu. Apa kabar dirimu? Aku disini baik-baik saja. Walau terkadang dada terasa ngilu karena terlalu lama menunggu dan tak bertemu. Tapi tak apa, karena memang itulah tugasku.
Aku sering menitipkan rindu pada doa-doa yang ku kirim padamu. Tapi kau tak pernah mau tahu. Kau selalu sibuk dengan urusanmu. Selalu mencari sesuatu yang semu. Padahal aku disini telah lama menunggumu. Tak sadarkah kamu?
Hai kamu.
Orang yang lucu. Kamu selalu membuatku jadi batu setiap kali kau melemparkan senyum itu. Tapi kamu juga membuatku menjadi abu saat aku tau bahwa senyum itu bukan untukku. Menyedihkan menjadi diriku. Hanya bisa mengaggumi dari jauh. Hanya bisa mencintaimu, tak bisa memilikimu. Hanya bisa merasa rindu, tak bisa bertemu.
Tak apa, toh aku sudah tahu kau takkan mengerti semua itu.
Hai kamu.
Orang yang suka menebar harapan kepadaku. Aku salah menerjemahkan kebaikanmu. Aku salah mengartikan senyummu itu. Ku kira hatimu yang menuju kepadaku. Ternyata kau melemparkan batu ke dadaku. Ouch. Tak apa, aku sudah biasa begitu. Dipeluk lalu dibunuh. Menyakitkan. Tapi menguatkan.
Aku ingin memberitahu kepadamu. Rinduku tak bergaransi. Tapi tak akan pernah rusak. Senyumku memang ku tebar sana sini. Tapi hatiku retak.

Pura-pura

Bukan pertama kalinya saya sakit hati. Bukan juga yang terakhir kali. Tapi setiap sakit hati pasti punya cerita sendiri. Well, kita manusia memang tak akan pernah lepas dari cinta. Dan cinta tak akan pernah lepas dari luka dan bahagia. Memang sudah begitu Tuhan mengaturnya.
Sering kali kita munafik dengan diri sendiri, dengan perasaan sendiri, bahkan dengan apa yang sedang terjadi di dalam hati.
Apa penyebabnya? Tak lain karena luka di hati. Luka membuat pikiran kita mati. Yang kita inginkan saat itu adalah melupakan orang yang menyakiti kita. Tapi secara bersamaan kita menginginkan dia untuk menyembuhkannya.
Itu sebabnya sering kali kita berpura-pura tak membutuhkannya, berpura-pura tak peduli dengannya, berpura-pura baik-baik saja dan bahkan berpura-pura tak mengenalnya.
Namun saat berpura-pura, yang kita dapatkan malah beban, bukan keringanan. Pikiranpun malah menjadi kacau tak karuan. Padahal dalam hati kita masih menginginkan. Kenapa kita begitu? Niat kita begitu untuk melindungi hati, juga untuk menarik diri. Tapi salah. Semuanya malah menjadi sia-sia. Dia akan tetap menjalani hidup seperti biasa dan kita menderita.
Karena sekeras apapun kita berpura-pura tak menginginkannya, kita akan berakhir dengan membutuhkannya. Untuk menyembuhkan luka. Haha, tak adil ya? Padahal rasa yang kita berikan kepadanya sangatlah besar, tapi tetap terlihat kecil di matanya. Rindu yang kita pendam sudah terlalu dalam, tapi tetap tak punya derajat di hatinya. Tetap berdoa. Tuhan punya rencana. Dan semua itu, bukan cuma kita yang mengalaminnya. Tapi semua orang di dunia.

Penyebab Ngilu

Bukan hal baru aku terjebak dalam perasaan yang semu. Yang awalnya hanya kuanggap tamu, tapi terlalu ku pedulikan hingga lupa waktu. Akhirnya aku lagi yang menjadi korban pikiran dan angan-anganku. Perasaan menggebu-gebu dan terburu-buru ingin memilikimu adalah penyebab hancurnya aku. Penyebab semua perasaan berakhir menjadi debu, penyebab aku terus berharap waktu akan membuatku lupa denganmu,  penyebab semua rindu tak pernah bertemu dan berakhir dalam bisu serta dada yang ngilu. Bukan salahmu, bukan salahku. Mungkin salah takdir karena membuat kita bertemu atau perasaan yang terlalu menganggungkanmu.
Pernahkah kamu memikirkanku? orang yang mengaggumimu besar-besar, orang yang selalu mengejar-ngejar, orang yang selalu tersenyum lebar, orang yang selalu sabar dan orang yang tak pernah cukup untuk membuatmu sadar? TIDAK PERNAH. Tapi begitulah aku, mengaggumimu dengan penuh cemburu dengan status 'aku-bukan-siapa-siapamu'. Dan begitulah aku, mengaggumimu dengan seru, sedu, serta status butiran debu. Semoga kamu dengan senyummu bisa membuatku lupa akan lubang rindu yang kau gali selama berminggu-minggu dan tumpukan ngilu yang menggunung.
Ada perasaan yang selalu ingin ku ucapkan, tapi tak pernah diterapkan. Tak punya keberanian. Aku merasa lemah untuk mengungkapkan, tapi aku yakin kuat untuk mempertahankan. Akhirnya, tak jarang itu semua meluap menjadi tangisan. Memang aku hanyalah bocah ingusan yang selalu menginginkan dan tak pernah mau kehilangan. Ya, bocah egois dengan senjata tangis dan senyuman manis. Tapi selalu berujung tragis. 
I hope you read what i write.

Bahagia

Apa itu bahagia?
Bahagia itu tidur malam ketika turun hujan..
Bahagia itu ada makanan ketika lapar tengah malam..
Bahagia itu saat sampai rumah setelah berpergian..
Bahagia itu tidur tanpa rasa khawatir..
Bahagia itu sentuhan kecil dgn orang yg kita suka dan diperlama beberapa detik..
Bahagia itu mengetahui ada orang yang bahagia karena kita..
Bahagia itu berada di ruangan yang penuh dengan tawa..
Bahagia itu mengobrol hingga tengah malam dengan sahabat..
Bahagia itu menggesekan kaki pada sprei yang dingin..
Bahagia itu berkumpul dengan keluarga..
Bahagia itu bangun pagi ketika ingin pergi liburan..
Bahagia itu mengetahui orang yang kita sayang baik-baik saja..
Bahagia itu kamu.
Bahagia atau tidaknya kamu, tergantung bagaimana kamu mensyukuri apa yang kamu punya. Dari pada mengejar yang tidak ada, lebih baik menjaga apa yang ada. Kesalahan yang sering kita buat adalah kita bukan tidak menyadari apa yg kita punya. Kita sadar, tapi tak menyadari kalau apa yang kita punya bisa hilang kapan saja.
Bahagia juga tergantung bagaimana kita menyikapi suatu hal. Jangan banyak berpura-pura. Terutama berpura-pura bahagia. Karena berpura-pura bahagia sesungguhnya adalah tidak bahagia yang paling buruk. Berpikir positif pada suatu hal kadang bisa membuat kita bahagia. Tapi tidak mempercayainya sama sekali juga kadang bisa membuat kita lega dan berujung bahagia. Hanya saja kita harus tau kapan menggunakannya.

Sunday, March 17, 2013

Tidak Bisa Hidup Tanpamu (Matahariku)


     Hampir satu bulan aku menjalani sebuah hubungan. Aku bahagia memilikinya. Rasanya aku tidak perlu khawatir akan kesepian menghampiriku. Karena saat ini aku telah memilikinya. Aku sangat mencintainya, lebih dari apapun itu. Dia juga mencintaiku, sangat mencintaiku. Ia sangat baik, ia rela menungguku diujung jalan. Ia tidak perduli seberapa jauh jarak diantara kita. Asal diujung jalan ada aku dia akan selalu menungguku. Ia sangat perhatian padaku. Pagi-pagi sekali aku sudah disambut olehnya. Matahari yang kutunggu telah tiba. Dia sangat menyayangiku, ia tidak rela aku diambil oleh yang lain.
      Disaat ia sedang menelponku aku selalu senyum-senyum sendiri. Karena aku senang saat mendengarkan suaranya. Suaranya yang indah membuat jantung ini berdetak lebih kencang. Ia tidak perduli seberapa lama kita berbicara di telefon. Asal itu semua dapat membuatku senang dan terhibur, ia akan terus lakukan itu padaku. Ia tidak marah jika pulsanya habis dipakai untuk menelponku seharian. Yang ia pedulikan hanyalah diriku. Aku senang dengan pria seperti dia. Dia pernah bilang “Aku mau kamu menjadi yang Terakhir bagiku” aku terharu. Ia selalu membuat kalimat yang romantis sehingga aku tak mampu membalasnya.
       Dia juga pernah bilang “Aku tak akan mampu hidup tanpa ada cintamu, karena aku tak dapat hidup dengan separuh hati. Jika engkau pergi meninggalkanku maka kau telah mengambil separuh hatiku. Jadi jangan tinggalkan aku. Karena separuh hatiku adalah milikmu”. Aku hanya bisa diam. Kata-kata itu begitu indah. Aku tak dapat membalasnya, aku hanya bisa menjawab “ bingung mau balas apa” . Dia menjawab sambil tersenyum “ aku tidak meminta kamu untuk membalas kalimat dipesan ini, aku hanya meminta kau untuk berjanji tidak akan pergi meninggalkanku sendiri”. yaTuhan apa yang harus kulakukan? Aku tidak dapat membayangkan jika akhirnya kita berpisah. Baru kali ini aku memiliki kekasih yang seromantis itu. Aku hampir tidak sanggup meninggalkanya, menjauhinya atau menghilang darinya.

“Aku mencintai dia lebih dari sekedar kata atau kalimat” 

        Yang aku takutkan adalah ia mengingkari janjinya. Ia meninggalkanku, menjauh dariku dan menghilang dari kehidupanku. Aku takut aku akan terjatuh. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Aku terlanjur jatuh cinta padanya. Aku tak mampu pergi darinya. Aku takut jika ia pergi meninggalkanku. Aku takut jika aku akan berpisah denganya. Aku takut, aku tidak bisa move on. Disaat-saat aku sudah bisa move on dari seseorang yang pernah kucintai. Aku takut akan kehilangan dirinya, Lagi. Aku takut tidak bisa move on untuk kedua kalinya.
        Tuhan, Bantu aku. Tolong yakinkanlah ia. Bahwa aku benar-benar mencintainya lebih dari apapun. Aku tak sanggup akan kehilangan dirinya. Dia adalah matahari pagiku. Jangan jauhkan aku denganya. Aku tidak bisa bayangkan jika matahari pagiku menghilang dari hidupku. Awasi dia selalu ya Tuhan. Walau aku tidak tau ia sedang apa dan bersama siapa saja disana. Tapi aku yakin, dia selalu jaga jarak dan perasaannya ya tuhan. Aku percaya padamu ya Tuhan. Aku titipkan ia pada Engkau YaTuhan. Semoga dia bisa menepati janjinya. Berharap dia akan selalu ada untukku. Amin.

Thursday, March 14, 2013

Write something for nothing

Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah Lelah yang ku rasa……
Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?
Kurasa semua bukan seperti ini
Mungkin masih ada titik terang
Yang akan menyinari kegelapan hati
Memberi pujian untuk diri sendiri
Meredamkan semua yang ada saat ini
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini
SELEMBAR PUISI UNTUK KEKASIH
Hadirku Menyapa Selamat datang para bloggers :)

Saturday, February 9, 2013

1000 Burung Kertas



Sewaktu Ranz dan Tamy baru pacaran, Ranz melipat 1000 burung kertas buat Tamy, menggantungkannya di dalam kamar Tamy. Ranz mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, Tamy dan Ranz setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, Tamy mulai menjauhi Ranz. Tamy memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu Tamy mau mutusin Ranz, Tamy bilang sama Ranz, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"

Setelah Tamy pergi ke Perancis, Ranz bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun...

Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Tamy, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Ranz dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Tamy.

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Ranz mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Ranz tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Tamy tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Ranz, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Tamy memberitahu Ranz, Tamy tidak pergi ke paris, Tamy terserang kanker, Tamy pergi ke surga. Tamy ingin Ranz menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Ranz dulu. Tamy bilang dia sangat mengerti Ranz, dia percaya kalau Ranz pasti akan berhasil.

Tamy mengatakan, kalau pada suatu hari Ranz akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Ranz langsung berlutut, berlutut di depan makam Tamy, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Ranz. Ranz teringat senyum manis Tamy yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Ranz sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.

"Diary untuk Rin"

Cerita ini  dikisahkan oleh seorang pria bernama Duel yang memiliki seorang adik perempuan bernama Rin. Suatu hari Rin mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia koma untuk waktu yang lama.

Pada hari kedua setelah Rin mengalami kecelakaan, seorang pria seumuran Rin datang melihat Rin. Dari parasnya sudah bisa kutebak kalau namanya adalah, Zero pria yang sering Rin ceritakan kepadaku.

"Anu.. nama kamu Zero kan ?" tanyaku padanya.
"Ya.. Mengapa kakak bisa tahu namaku ?" Tanyanya heran.
"Rin sering menceritakan tentang kamu, apakah kamu kekasih Rin?"

Setelah diam sejenak ia menjawab “Bukan.. Aku sahabatnya. Jujur aku mempunyai perasaan lebih pada Rin. Tapi, sampai ia koma sekarangpun aku belum menyatakan kepadanya” Ucapnya sambil menatap kearah Rin yang terbaring koma.
"Kakak rasa Rin juga mempunyai perasaan yang sama kepadamu Zero"
"Maksud kakak ?"

"Sebaiknya kamu membaca diary yang Rin tulis ini" Ucapku sambil menyodorkan diary itu padanya.

Sejenak aku melihat Zero yang membaca diary tersebut terlihat sedih. Terang saja, soalnya aku tahu, diari itu berisi tentang perasaan Rin pada Zero selama ini.

Sejak saat itu, Zero selalu datang melihat Rin yang koma setiap hari. Sampai-sampai terkadang aku melihat dia mengerjakan tugas sekolah di ruangan Rin. Sering kuintip dari sisi pintu, Zero memegang tangan Rin sambil berbicara sendiri entah dengan siapa, tapi aku biarkan saja karena aku tahu Zero seperti itu untuk menghibur dirinya sendiri dengan cara menganggap Rin telah sadar dari komanya.

Setelah tiga bulan, akhirnya Rin sadar dari komanya. Tidak seperti biasanya, pada hari dimana Rin sadar Zero malah tidak datang. Padahal Zero tidak pernah absent mengunjungi Rin sejak hari pertama ia datang meelihat Rin. Setelah kondisi Rin membaik, aku mulai menceritakan tentang apa yang terjadi selama tiga bulan Rin koma, termasuk perasaan dan tingkah Zero selama itu. Aku senang melihat Rin mulai tersenyum ketika aku menceritakan tentang Zero.

"Kakak tahu..? Dalam kondisi enggak sadar aku selalu merasakan Zero disisiku. Kami mengobrol bersama dan ia selalu mendukung agar aku cepat sembuh" Ucap Rin padaku.

"Yahh mungkin saja apa yang dilakukan Zero selama ini telah membantu Rin agar sadar dari komanya" pikirku.

"Kata kakak,Zero selalu datang setiap hari, tapi mengapa aku tidak melihat dia sama sekali hari ini..?" Tanya Rin heran.

"Kakak juga enggak tahu, mungkin Zero ada keperluan yang enggak bisa dia tinggal. Kamu bersabar saja yahh" Jawabku. Sebenarnya aku juga merasakan ada hal yang aneh yang terjadi hari itu.

Beberapa hari telah berlalu, Rin sudah terlihat cukup sehat dan bisa berjalan. Tetapi ia terlihat sangat sedih dan kecewa karena Zero tidak datang sama sekali semenjak Rin sadar dari komanya. Akhinya siang itu aku memutuskan untuk mengajak Rin kerumah Zero untuk menemui Zero. Dirumahnya kami melihat seorang ibu yang terlihat sedang menangis. Dengan memberanikan diri kami menanyainya :

"Permisi.. apakah ini rumah Zero bu ?" tanyaku pada ibu itu

Tetapi bukannya menjawab ibu itu malah semakin menangis dan tak berapa lama kemudian seorang perempuan keluar dan mengajak kami agar sedikit menjauh dari ibu itu.

"Kamu Rin kan ..?" Tanya perempuan itu pada Rin.
"Ya kak,Zero mana ? kenapa aku enggak melihatnya ?"

Sejenak aku melihat perempuan itupun menangis dan masuk kembali kedalam rumah. Beberapa saat kemudian perempuan itu keluar kembali dan menyodorkan sebuah diari yang bertuliskan “Untuk Rin” Dihalaman depannya. Samar-samar disana aku melihat bercak merah, entah apakah itu aku juga belum tahu pada awalnya

"Beberapa hari yang lalu saat Zero pulang dari melihat Rin seperti biasanya. Zero mengalami kecelakaan yang menyebabkan pendarahan parah pada kepalanya. Tim medis tak dapat menolong banyak dan akhirnya Zero meninggal pada hari itu sambil memegang Diary ini." Ucap perempuan itu yang membuat kami sangat kaget. Kontan saja Rin yang kala itu terdiam langsung menangis sambil berteriak nama Zero. Akupun yang tak kuasa melihat Rin ikut menangis karena tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir aku melihat Zero.

Dengan berbekal alamat dan denah dari perempuan tadi, kami mengunjungi makam Zero. Disana kami memanjatkan doa. Tetapi Rin yang kala itu masih bersedih sama sekali tidak bisa menahan rasa tangisnya. Di makam itu Rin kemudian membuaka diari yang ia dapatkan, di diari itu tertulis persaaan Zero selama tiga bulan Rin koma. Dan pada tulisan terakhir nya terdapat foto Zero dan Rin yang dibawahnya tertulis "Ya tuhan, jika nanti aku telah tiada, tolong engkau jagalah ia untuku ya Tuhan. Pertemukanlah ia dengan lelaki lain yang bisa membuatnya tersenyum dan mencintai serta menjaganya dengan ikhlas sama seperti yang aku lakukan selama ini"

Maksud dibalik tingkah kucing


Yang selama ini kita percaya : Kucing mempunyai beragam cara untuk berkomunikasi dengan sesama kucing dan manusia, salah satunya adalah dengan mengeong.
Mengeong
Suara kucing ini sangat khas saat dia ingin bermain, saat dia lapar, ataupun hanya menyatakan rasa terima kasihnya pada kita. Faktanya : Kucing beradaptasi dan berevolusi, tidak seperti keluarganya di alam liar, kucing rumah mengembangkan kemampuan khusus untuk meniru suara bayi manusia.  Penelitian yang dilakukan telah membuktikan bahwa suara mengeong kucing mempunyai frekuensi yang sangat mirip dengan suara tangis bayi.  Hal ini tentu membuat kita bergegas untuk menuruti permintaan si kucing. Kebetulan saja? Tidak, ini adalah mekanisme adaptasi dan evolusi tingkah laku kucing agar bisa bertahan hidup menjadi peliharaan kita.

Mengubur kotoran mereka
Yang selama ini kita percaya : Kucing adalah hewan yang bersih. Tiap kali buang air besar, dia selalu akan menguburnya. Hal ini tentu sangat membantu si pemilik. Faktanya : Insting 'kebersihan' ini tidak timbul begitu saja. Kucing adalah predator dengan ukuran tanggung, yang artinya dia masih punya banyak musuh yang jauh lebih besar darinya di alam bebas. Bagaimana dia mengatasinya?  Dia mengatasinya dengan 'menyelundup' ke daerah kekuasaan predator lain ataupun kucing lain yang lebih dominan. Kucing yang tidak dominan tidak ingin keberadaannya diketahui karena itu berarti perkelahian yang sulit mereka menangkan? Bagaimana ketika kucing anda ternyata tidak mengubur kotorannya? Berarti kucing anda merasa dia adalah predator paling dominan di lingkungannya sehingga dia tidak perlu menyembunyikan kotorannya, malah justru menandai wilayahnya.

Menggosokkan tubuhnya dengan manja
Yang selama ini anda percaya: Inilah cara kucing bermanja-manja dengan pemiliknya, juga untuk mengucapkan rasa terimakasih. Faktanya : Seperti mamalia lain, kucing mempunyai kelenjar penghasil feromon pada kulitnya, kelenjar ini banyak terdapat di dekat ekor, sisi samping tubuh, dan leher dekat muka.  Feromon ini digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama kucing mengenai berbagai hal, misalnya batas wilayah, kepemilikan dan jenis kelamin kucing tersebut. Dengan menggosokan tubuhnya ke anda, kucing anda mengklaim anda dengan label 'Milik si manis, jangan sentuh'.

Mendesis
Yang selama ini anda percaya : Kucing pada dasarnya menghindari perkelahian. Bila berselisih dengan sesama kucing mereka akan lebih banyak saling memberi peringatan dengan mendesis dan menarik telinganya ke belakang.  Hal ini juga berlaku ketika mereka tidak dalam mood yang baik untuk bermain dengan anda, mereka akan mendesis untuk memberi peringatan pada anda bahwa mereka tidak dalam mood yang baik. Faktanya : Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kucing merupakan predator dengan ukuran tanggung dan mereka sebisa mungkin menghindari pertarungan dengan hewan yang lebih besar. Bagaimana caranya? Di sinilah hebatnya kemampuan adaptasi kucing, mereka akan meniru binatang yang sangat ditakuti, bahkan oleh predator yang lebih besar yaitu ULAR.  Dengan mendesis dan menarik telinganya ke belakang serta membungkukkan badannya, kucing akan terlihat seperti ular berbisa yang sedang mendesis. Hewan yang lebih besar tersebut seringkali justru menjadi takut dan membatalkan niatnya untuk menyerang si kucing

Mandi ala kucing
Yang selama ini kita percaya : Kucing adalah hewan yang peduli akan kebersihan. Dia akan selalu menjaga tubuhnya tetap bersih dengan menjilatinya. Faktanya : Kucing menjilati tubuhnya untuk menghilangkan bau lain, termasuk bau anda. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kucing mempunyai kelenjar yang menghasilkan feromon untuk berkomunikasi dengan sesamanya.  Bila terdapat bau lain, maka komunikasi ini tidak akan maksimal, untuk itu kucing menjilati bulunya. Dia menyingkirkan bau lain yang melekat di tubuhnya (termasuk bau anda) dan menstimulasi kelenjarnya untuk kembali menghasilkan feromon. Jadi jangan heran bila kucing anda selalu menjilati tubuhnya setelah anda peluk.

Memberi kado hasil buruan
Yang selama ini kita percaya : Kucing adalah pemburu alami, maka jangan heran bila dia akan membawakan anda burung atau tikus hasil buruan mereka. Ini adalah 'persembahan' kepada ketua kelompok, seperti pada kelompok kucing yang lebih besar, yaitu singa. Faktanya : Kucing berbeda dengan singa. Singa merupakan hewan yang hidup berkelompok sedangkan kucing cenderung tinggal sendiri. Kucing mengajarkan pada anggota keluarganya yang lain bagaimana cara berburu melalui berbagai tahap, tahapan yang paling pertama adalah membawakan binatang hasil buruan ke anak mereka untuk 'dibuat mainan', baru kemudian induk kucing akan berlanjut ke tahapan berikut dengan mengajarinya berburu. Anda 'dikado' hasil burunannya? Sisi baiknya, anda dianggap bagian dari keluarganya. 

Ritual Kucing Kawin
Yang selama ini kita percaya : Kucing betina tidaklah mudah untuk dikawini. Perlu proses merayu yang lama hingga berjam-jam hingga sang kucing jantan bisa mengawini sang betina. Faktanya : Kucing betina memang tidak langsung menerima jantan yang mengajaknya kawin. Apakah karena harga diri? Atau karena ingin dirayu dulu?  Ternyata tidak, saat ada jantan yang mengajak betina untuk kawin, sang betina akan mengeong keras memanggil semua pejantan lain untuk berkompetisi.  Yang menang akan mendapatkan hak istimewa untuk kawin dengannya. Hal ini merupakan naluri wajar karena sang kucing betina hanya menginginkan sperma terbaik dari kucing jantan paling kuat yang masuk ke rahimnya.