Belajar untuk mencintai seseorang saat ini... Melupakan sesorang di masa lampau...
Dan berterima kasih kepada mereka yang telah menyakitiku...
Biarkan aku memilih cinta yang sebenarnya...
Ketika mencintai seseorang... aku menjadi gila, menjauhi kebenaran dan percaya akan kebohongan...
Ketika kamu mencintai seseorang kamu akan berikan semua yang kamu miliki dan tidak berpikir dua kali...
Kamu akan rela menghadapi resiko apapun...
Di dalam hidup segalanya sementara... karena sesuatu dapat berubah...
Itu
yang terjadi dalam mencintai... mengetahui hal itu dapat berakhir
kapanpun, kita akan mendapatkan keyakinan itu akan berakhir...
Mereka mengatakan, ketika cinta mengetuk hati... bukakanlah..
Tapi tahukah kamu cinta akan masuk melalui balik pintu dan sebelum kamu memulai merasakan...
Apakah kamu pernah mencintai sesaat?
Apakah kamu pernah membenci seseorang dan mencintainya juga?
Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang telah membuat km menangis?
Apakah km pernah melihat seseorang kesepian tanpa mengetahui kenapa?
Kebenaran
bahwa adalah suatu keberuntungan jika pria yang mendapatkan cinta
pertama... tapi lebih beruntung lagi jika wanita mendapatkan cinta yang
terakhir...
Cinta
tidak seindah warna kulit, tetapi hati akan setia untuk kecantikan
abadi... dan kulit akan tumbuh tua, tapi hati akan tetap membeku...
Jika seseorang melukai kamu, kamu dihianati dan hatimu akan hancur....
lupakan
mereka, itu akan membantu mereka... kamu akan belajar kebenaran dan
penting untuk lebih mengerti, kepada siapa membuka hatimu...
Mencintai
itu mudah... sangat sulit untuk dijelaskan... sangat mudah
mendapatkan... dan sulit untuk meninggalkan... sangat sulit untuk
menerjemahkan... dan akan tetap dihatimu...
Itulah cinta!
Kita
tidak pernah takut untuk jatuh cinta, itu akan sedikit menyakitkan, itu
akan memberikan rasa nyeri dan sakit tapi kamu tidak mengikuti isi
hatimu, di akhir km akan menangis karena km tidak memiliki kesempatan
untuk mendapatnya...
Jangan menjauhi kenyataan... Ikutin langkahmu, dia akan tumbuh seiring dengan
waktu. Waktu tidak hanya lebih dari 1 menit dan juga hanya 1 menit...
Itu akan selalu bergerak sesuai dengan kenyataan...
Untuk
membiarkan pergi, itu akan menyakitkan... agar seseorang dapat melihat
tapi tidak melukai mu lebih untuk melihat seseorang tidak bahagia
denganmu...
Ketika kamu menemukan seseorang yang membantumu itu akan tertahan didalam pendirianmu, penglihatan akan menilaimu buruk,
Bibir akan menutup dan hati akan mencintaimu saat km buruk, lalu kamu akan menemukan cinta sejati.
Suatu waktu, seseorang akan masuk kedalam hidupmu dan mencintai kamu didalam keinginan hatimu yang kau cari.
Jika waktu itu adalah kemarin.... Pelajari
Jika waktu itu adalah besok... Berharaplah
Jika waktu itu adalah hari ini.... Hargai
Wednesday, May 22, 2013
Masalalu.bisu
Aku memikirkan hidup.. Kenapa hidup cepat berubah.
Aku ingin hidup yang lama. Ketika semuanya baik-baik saja.
Ketika pikiran hanya penuh dengan canda dan tawa.
Aku terkadang lelah menjadi orang dewasa. Karena tak seceria dulu kala.
Aku memikirkan hidup.. Hidup yang bisa menyinari hidup orang-orang.
Hidup yang mulus, terang, tanpa perang.
Aku memikirkan hidup.. Hidup seperti angin yang bertiup.
Aku ingin hidup. Tanpa redup.
Aku memikirkan waktu.. Waktu yang kuhabiskan dalam hidupku.
Yang semuanya sudah menjadi masa lalu. Membeku dan bisu.
Aku memikirkan waktu.. Waktu yang tak menentu.
Waktu yang sering melemparkan rindu, juga pilu.
Akan jadi apa aku?
Aku memikirkan kamu.. Kamu yang dulu.
Yang bisa menghiburku dengan hanya sebuah senyummu.
Kamu yang merindukanku. Kamu yang tak lelah memperhatikanku.
Aku memikirkan kamu.. Kamu yang merindukanku tanpa mengenal waktu.
Kamu yang dulu menjaga dan merawat hatiku. Kamu yang tak pernah menyakitiku.
Apa kamu rindu denganku?
Aku memikirkan cinta.. Juga lagu indah yang mengiringinya.
Cinta yang penuh dengan bahagia dan jauh dari menderita.
Cinta yang apa adanya dan tidak terpaksa.
Aku memikirkan cinta.. Yang seperti nada.
Nada yang akan kita nyanyikan bersama dan membiarkan dunia mengetahuinya.
Aku memikirkan cinta..
Cinta yang tak pernah putus asa dan bisa dibawa hingga tua.
Aku memikirkan cinta..
Aku memikirkan cinta..mu. Kamu memikirkan cinta..nya.
Aku hanya akan duduk disini sambil merindu hidup yang lama.
Surat Untuk Sang Pencipta Rindu...
Hai kamu.
Orang yang selalu ada dipikiranku yang tak pernah kenal waktu. Apa kabar dirimu? Aku disini baik-baik saja. Walau terkadang dada terasa ngilu karena terlalu lama menunggu dan tak bertemu. Tapi tak apa, karena memang itulah tugasku.
Aku sering menitipkan rindu pada doa-doa yang ku kirim padamu. Tapi kau tak pernah mau tahu. Kau selalu sibuk dengan urusanmu. Selalu mencari sesuatu yang semu. Padahal aku disini telah lama menunggumu. Tak sadarkah kamu?
Hai kamu.
Orang yang lucu. Kamu selalu membuatku jadi batu setiap kali kau melemparkan senyum itu. Tapi kamu juga membuatku menjadi abu saat aku tau bahwa senyum itu bukan untukku. Menyedihkan menjadi diriku. Hanya bisa mengaggumi dari jauh. Hanya bisa mencintaimu, tak bisa memilikimu. Hanya bisa merasa rindu, tak bisa bertemu.
Tak apa, toh aku sudah tahu kau takkan mengerti semua itu.
Orang yang lucu. Kamu selalu membuatku jadi batu setiap kali kau melemparkan senyum itu. Tapi kamu juga membuatku menjadi abu saat aku tau bahwa senyum itu bukan untukku. Menyedihkan menjadi diriku. Hanya bisa mengaggumi dari jauh. Hanya bisa mencintaimu, tak bisa memilikimu. Hanya bisa merasa rindu, tak bisa bertemu.
Tak apa, toh aku sudah tahu kau takkan mengerti semua itu.
Hai kamu.
Orang yang suka menebar harapan kepadaku. Aku salah menerjemahkan kebaikanmu. Aku salah mengartikan senyummu itu. Ku kira hatimu yang menuju kepadaku. Ternyata kau melemparkan batu ke dadaku. Ouch. Tak apa, aku sudah biasa begitu. Dipeluk lalu dibunuh. Menyakitkan. Tapi menguatkan.
Orang yang suka menebar harapan kepadaku. Aku salah menerjemahkan kebaikanmu. Aku salah mengartikan senyummu itu. Ku kira hatimu yang menuju kepadaku. Ternyata kau melemparkan batu ke dadaku. Ouch. Tak apa, aku sudah biasa begitu. Dipeluk lalu dibunuh. Menyakitkan. Tapi menguatkan.
Aku ingin memberitahu kepadamu. Rinduku tak bergaransi.
Tapi tak akan pernah rusak. Senyumku memang ku tebar sana sini. Tapi
hatiku retak.
Pura-pura
Bukan pertama kalinya saya sakit hati. Bukan juga yang
terakhir kali. Tapi setiap sakit hati pasti punya cerita sendiri. Well,
kita manusia memang tak akan pernah lepas dari cinta. Dan cinta tak akan
pernah lepas dari luka dan bahagia. Memang sudah begitu Tuhan
mengaturnya.
Sering kali kita munafik dengan diri sendiri, dengan perasaan sendiri, bahkan dengan apa yang sedang terjadi di dalam hati.
Apa penyebabnya? Tak lain karena luka di hati. Luka membuat pikiran kita mati. Yang kita inginkan saat itu adalah melupakan orang yang menyakiti kita. Tapi secara bersamaan kita menginginkan dia untuk menyembuhkannya.
Itu sebabnya sering kali kita berpura-pura tak membutuhkannya, berpura-pura tak peduli dengannya, berpura-pura baik-baik saja dan bahkan berpura-pura tak mengenalnya.
Sering kali kita munafik dengan diri sendiri, dengan perasaan sendiri, bahkan dengan apa yang sedang terjadi di dalam hati.
Apa penyebabnya? Tak lain karena luka di hati. Luka membuat pikiran kita mati. Yang kita inginkan saat itu adalah melupakan orang yang menyakiti kita. Tapi secara bersamaan kita menginginkan dia untuk menyembuhkannya.
Itu sebabnya sering kali kita berpura-pura tak membutuhkannya, berpura-pura tak peduli dengannya, berpura-pura baik-baik saja dan bahkan berpura-pura tak mengenalnya.
Namun saat berpura-pura, yang kita dapatkan malah beban,
bukan keringanan. Pikiranpun malah menjadi kacau tak karuan. Padahal
dalam hati kita masih menginginkan. Kenapa kita begitu? Niat kita begitu
untuk melindungi hati, juga untuk menarik diri. Tapi salah. Semuanya
malah menjadi sia-sia. Dia akan tetap menjalani hidup seperti biasa dan
kita menderita.
Karena sekeras apapun kita berpura-pura tak menginginkannya, kita akan berakhir dengan membutuhkannya. Untuk menyembuhkan luka. Haha, tak adil ya? Padahal rasa yang kita berikan kepadanya sangatlah besar, tapi tetap terlihat kecil di matanya. Rindu yang kita pendam sudah terlalu dalam, tapi tetap tak punya derajat di hatinya. Tetap berdoa. Tuhan punya rencana. Dan semua itu, bukan cuma kita yang mengalaminnya. Tapi semua orang di dunia.
Karena sekeras apapun kita berpura-pura tak menginginkannya, kita akan berakhir dengan membutuhkannya. Untuk menyembuhkan luka. Haha, tak adil ya? Padahal rasa yang kita berikan kepadanya sangatlah besar, tapi tetap terlihat kecil di matanya. Rindu yang kita pendam sudah terlalu dalam, tapi tetap tak punya derajat di hatinya. Tetap berdoa. Tuhan punya rencana. Dan semua itu, bukan cuma kita yang mengalaminnya. Tapi semua orang di dunia.
Penyebab Ngilu
Bukan hal baru aku terjebak dalam perasaan yang semu. Yang awalnya
hanya kuanggap tamu, tapi terlalu ku pedulikan hingga lupa waktu.
Akhirnya aku lagi yang menjadi korban pikiran dan angan-anganku.
Perasaan menggebu-gebu dan terburu-buru ingin memilikimu adalah penyebab
hancurnya aku. Penyebab semua perasaan berakhir menjadi debu, penyebab
aku terus berharap waktu akan membuatku lupa denganmu, penyebab semua
rindu tak pernah bertemu dan berakhir dalam bisu serta dada yang ngilu.
Bukan salahmu, bukan salahku. Mungkin salah takdir karena membuat kita
bertemu atau perasaan yang terlalu menganggungkanmu.
Pernahkah kamu memikirkanku? orang yang mengaggumimu besar-besar, orang
yang selalu mengejar-ngejar, orang yang selalu tersenyum lebar, orang
yang selalu sabar dan orang yang tak pernah cukup untuk membuatmu sadar?
TIDAK PERNAH. Tapi begitulah aku, mengaggumimu dengan penuh cemburu
dengan status 'aku-bukan-siapa-siapamu'. Dan begitulah aku, mengaggumimu
dengan seru, sedu, serta status butiran debu. Semoga kamu dengan
senyummu bisa membuatku lupa akan lubang rindu yang kau gali selama
berminggu-minggu dan tumpukan ngilu yang menggunung.
Ada perasaan yang selalu ingin ku ucapkan, tapi tak pernah diterapkan.
Tak punya keberanian. Aku merasa lemah untuk mengungkapkan, tapi aku
yakin kuat untuk mempertahankan. Akhirnya, tak jarang itu semua meluap
menjadi tangisan. Memang aku hanyalah bocah ingusan yang selalu
menginginkan dan tak pernah mau kehilangan. Ya, bocah egois dengan
senjata tangis dan senyuman manis. Tapi selalu berujung tragis.
I hope you read what i write.
Bahagia
Apa itu bahagia?
Bahagia itu tidur malam ketika turun hujan..
Bahagia itu ada makanan ketika lapar tengah malam..
Bahagia itu saat sampai rumah setelah berpergian..
Bahagia itu tidur tanpa rasa khawatir..
Bahagia itu sentuhan kecil dgn orang yg kita suka dan diperlama beberapa detik..
Bahagia itu mengetahui ada orang yang bahagia karena kita..
Bahagia itu berada di ruangan yang penuh dengan tawa..
Bahagia itu mengobrol hingga tengah malam dengan sahabat..
Bahagia itu menggesekan kaki pada sprei yang dingin..
Bahagia itu berkumpul dengan keluarga..
Bahagia itu bangun pagi ketika ingin pergi liburan..
Bahagia itu mengetahui orang yang kita sayang baik-baik saja..
Bahagia itu kamu.
Bahagia atau tidaknya kamu, tergantung bagaimana kamu mensyukuri apa yang kamu punya. Dari pada mengejar yang tidak ada, lebih baik menjaga apa yang ada. Kesalahan yang sering kita buat adalah kita bukan tidak menyadari apa yg kita punya. Kita sadar, tapi tak menyadari kalau apa yang kita punya bisa hilang kapan saja.
Bahagia juga tergantung bagaimana kita menyikapi suatu hal. Jangan banyak berpura-pura. Terutama berpura-pura bahagia. Karena berpura-pura bahagia sesungguhnya adalah tidak bahagia yang paling buruk. Berpikir positif pada suatu hal kadang bisa membuat kita bahagia. Tapi tidak mempercayainya sama sekali juga kadang bisa membuat kita lega dan berujung bahagia. Hanya saja kita harus tau kapan menggunakannya.
Bahagia itu tidur malam ketika turun hujan..
Bahagia itu ada makanan ketika lapar tengah malam..
Bahagia itu saat sampai rumah setelah berpergian..
Bahagia itu tidur tanpa rasa khawatir..
Bahagia itu sentuhan kecil dgn orang yg kita suka dan diperlama beberapa detik..
Bahagia itu mengetahui ada orang yang bahagia karena kita..
Bahagia itu berada di ruangan yang penuh dengan tawa..
Bahagia itu mengobrol hingga tengah malam dengan sahabat..
Bahagia itu menggesekan kaki pada sprei yang dingin..
Bahagia itu berkumpul dengan keluarga..
Bahagia itu bangun pagi ketika ingin pergi liburan..
Bahagia itu mengetahui orang yang kita sayang baik-baik saja..
Bahagia itu kamu.
Bahagia atau tidaknya kamu, tergantung bagaimana kamu mensyukuri apa yang kamu punya. Dari pada mengejar yang tidak ada, lebih baik menjaga apa yang ada. Kesalahan yang sering kita buat adalah kita bukan tidak menyadari apa yg kita punya. Kita sadar, tapi tak menyadari kalau apa yang kita punya bisa hilang kapan saja.
Bahagia juga tergantung bagaimana kita menyikapi suatu hal. Jangan banyak berpura-pura. Terutama berpura-pura bahagia. Karena berpura-pura bahagia sesungguhnya adalah tidak bahagia yang paling buruk. Berpikir positif pada suatu hal kadang bisa membuat kita bahagia. Tapi tidak mempercayainya sama sekali juga kadang bisa membuat kita lega dan berujung bahagia. Hanya saja kita harus tau kapan menggunakannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)