Cawi TKW Indramayu Korban Konflik Suriah
Konflik di Suriah telah menelan banyak korban jiwa maupun luka. Korban luka di antaranya adalah wanita asal Indonesia yang menjadi tenaga kerja wanita di Suriah. Selain kehilangan pekerjaan, Cawi, TKW asal Indramayu, itu pun terluka akibat penembakan yang diduga dilakukan pasukan anti-Pemerintah Suriah.
Wanita itu kini sudah kembali ke kampung halamannya di Desa Panyingkiran, Kabupaten Indramayu. Ia menderita luka pada bagian tangan kanan akibat terkena tembakan senjata api.
Menurut Cawi, kejadian berawal ketika dirinya dan keluarga majikan pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, mobil yang ditumpangi diberondong tembakan oleh sekelompok orang yang diduga anggota pasukan anti-Pemerintah Suriah. Cawi dan kakak majikannya terkena tembakan.
Cawi sempat dirawat di rumah sakit selama satu malam untuk mengeluarkan peluru yang mengenai tangan kanannya. Cawi akhirnya harus dipulangkan ke Indonesia karena tidak bisa bekerja seperti biasa, berikut dengan alasan situasi keamanan di Suriah yang semakin tidak kondusif.(DSY)
Perajin Tempe Sumut Masih Tahan Pembelian Kedelai
Perajin tempe dan tahu di Sumatra Utara masih bertahan. Mereka tak mau membeli kedelai karena cemas merugi. Soalnya harga kedelai masih naik turun."Mereka khawatir harga turun akibat maraknya pemberitaan tentang kedelai, sementara agen juga belum bisa memastikan berapa harga komoditas itu per kilogram," kata Budisudarno, perajin tempe di Jalan Bunga Asoka, Medan, Ahad (29/7).
Kepastian harga kedelai penting buat pembuat tempe dan tahu. Patokan harga kedelai bisa menuntun mereka untuk menetapkan harga tempe. Saat ini perajin menjual tempe antara Rp1.600-Rp1.800 per potong.
Budisudarno mengatakan, pekan kemarin harga kedelai mencapai rekor tertinggi dalam sejarah: Rp7.850/kg. Dia heran mengapa harga kedelai di Sumut bisa lebih mahal ketimbang di Jakarta. Di Ibu Kota, kedelai dijual Rp8.000/kg.
Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, meminta pemerintah mencari tahu mengapa harga kedelai sampai melenting. "Jangan cuma menerima situasi begitu saja lalu dengan mudah membuat kesimpulan dan melakukan kebijakan khususnya meningkatkan volume impor dan membebaskan bea masuk impor kedelai itu," kata dia.
Kepala Humas dan Hukum Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Junaidi di Jakarta, menduga gonjang ganjing harga kedelai jadi "mainan" kartel. Sebab itu perlu ditangani serius. KPPU sudah memanggil beberapa importir kedelai dan menyelidiki bisnis impor komoditas itu.(Ant/ICH)
*Terima Kasih Metro Tv* *sudah membuat saya lebih mudah mendapatkan berita melalui internet tanpa melihat tv*
No comments:
Post a Comment